Kemenristekdikti Dukung Pengembangan Kereta Cepat

Dalam rangka mendukung program pembangunan infrastruktur industri kereta cepat serta memperkuat struktur industri nasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), dan Indonesia Railway Manufacturer Association (IRMA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Kereta Cepat pada Selasa (27/7) pagi di Gedung II BPPT, Thamrin Jakarta.


Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Menteri BUMN Rini Sumarmo, Menteri Perindustrian Saleh Husin, serta perwakilan Kementerian Perhubungan.


Bentuk kerjasama ini meliputi penelitian dan pengembangan teknologi, pendidikan dan pelatihan, pemanfaatan dan penerapan hasil-hasil kerekayasaan yang telah ada, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta bantuan teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Adapun yang menjadi maksud dan tujuan kesepahaman ini adalah pihak-pihak sesuai dengan proporsi dan wewenang serta kompetensi masing-masing berkeinginan mendukung percepatan dan pelaksanaan proyek strategis nasional, khususnya percepatan penyelenggaran prasarana dan sarana kereta cepat antara Jakarta dan Bandung seperti yang tertuang pada Perpres RI No. 107 Tahun 2015,” ujar Kepala BPPT Unggul Priyanto pada kesempatannya.


Selanjutnya Nasir mengatakan “Ini adalah satu usaha konkret untuk mencapai tujuan transportasi Indonesia yang semakin baik dan semakin cepat. Maka, Kemenristekdikti sangat mendukung dalam hal kajian riset dan penguatan sumber daya,” kala memberikan sambutannya.


Nasir menilai bahwa program percepatan proyek strategis kereta cepat ini merupakan suatu usaha untuk memenuhi public goods yang berkiblat pada aspek service atau layanan yang maksimal kepada masyarakat. Kemenristekdikti juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya, baik dibidang riset maupun di bidang penguatan-penguatan teknologi lainnya.


Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk mempercepat proses alih teknologi pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung demi mendorong kemajuan pembangunan sistem transportasi kereta api yang tangguh di Indonesia.


“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kereta cepat ini dapat segera terealisasikan dan mampu mengurai kemacetan di Jakarta,” tutup Nasir.


posted by ristekdikti
27 Jul 2016

Info Berita

Lain

27 Jul 2016
26 Jul 2016
26 Jul 2016
26 Jul 2016